
SRIKANDI Versi 3 bukan sekadar pembaruan tampilan. Ada perubahan sistem yang cukup mendasar dan instansi yang tidak siap bisa menghadapi masalah saat migrasi berlangsung.
Versi lama SRIKANDI menggunakan sistem monolitik — satu bagian bermasalah, seluruh sistem bisa ikut down. Versi 3 beralih ke microservices: setiap layanan (surat masuk, TTE, pemberkasan) berjalan mandiri. Hasilnya, gangguan pada satu modul tidak lagi mematikan sistem secara keseluruhan.
1. MFA (Multi-Factor Authentication). Menambahkan fitur verifikasi dua langkah. Dapat menggunakan kata sandi atau kode OTP
2. TTE Massal. Sekarang tidak perlu lagi tanda tangan satu persatu, pimpinan bisa menandatangani banyak naskah sekaligus.
3. Integrasi E-Meterai Modul e-Meterai dari Peruri tersedia langsung di sistem untuk dokumen yang butuh legalitas tambahan.
4. QR Code Terlihat Sejak Draf Konseptor bisa langsung melihat posisi QR Code TTE saat masih tahap draf, bukan setelah dokumen selesai ditandatangani.
5. Otomatisasi JRA Sistem membantu arsiparis mengidentifikasi arsip yang sudah melewati masa retensi dan perlu dipindahkan atau dimusnahkan sesuai regulasi ANRI. Fitur ini mengubah pekerjaan yang tadinya manual menjadi terstruktur.
Belum migrasi? Aplikasi SRIAKNDI bukan berbasis aplikasi yang perlu diinstal terlebih dahulu, melainkan SRIKANDI berbasis web. Sobat arsip dapat mulai merapikan draf naskah yang masih menggantung dan pelajari skema peran baru sebelum jadwal migrasi tiba.
Sudah migrasi? Jika sudah migrasi, sobat arsip segera validasi ulang struktur organisasi, hak akses pengguna, dan pastikan sertifikat BSSN pimpinan sudah terhubung di sistem baru.
Apa perbedaan utama SRIKANDI Versi 3 dengan versi sebelumnya? Versi 3 beralih dari arsitektur monolitik ke microservices, membuat sistem lebih stabil dan tidak mudah down total. Fitur baru yang ditambahkan antara lain MFA, TTE massal, e-Meterai, dan otomatisasi JRA.
Apakah perlu menginstal aplikasi untuk SRIKANDI Versi 3? Tidak. SRIKANDI sepenuhnya berbasis web. Migrasi ke Versi 3 dikelola oleh Tim Admin Pusat ANRI — instansi tidak perlu melakukan instalasi apapun.
Kapan instansi saya dimigrasi ke Versi 3? Migrasi dilakukan bertahap oleh ANRI. Belum ada jadwal publik yang terbuka untuk semua instansi — konfirmasi ke Admin Pusat atau cek portal resmi ANRI.
Apa itu MFA di SRIKANDI dan cara mengaktifkannya? MFA adalah verifikasi dua langkah saat login, biasanya berupa kode OTP ke nomor HP atau aplikasi authenticator. Panduan aktivasi tersedia di Buku Saku Teknis ANRI sesuai peran pengguna.
Apa itu TTE massal di SRIKANDI Versi 3? Fitur yang memungkinkan pimpinan menandatangani banyak naskah dinas sekaligus dalam satu proses — menggantikan penandatanganan satu per satu yang memakan waktu.
Apa fungsi JRA di SRIKANDI Versi 3? JRA (Jadwal Retensi Arsip) mengatur berapa lama arsip disimpan sebelum dipindahkan atau dimusnahkan. Di Versi 3, proses ini sudah terotomatisasi di sistem, sehingga arsiparis tidak perlu melacak secara manual.
Apa yang terjadi dengan data arsip lama setelah migrasi? Data lama ikut dipindahkan dalam proses migrasi. Namun instansi tetap perlu memvalidasi ulang struktur organisasi dan hak akses pengguna karena ada kemungkinan data perlu disesuaikan.
Bagaimana melaporkan kendala teknis SRIKANDI Versi 3? Laporkan melalui portal resmi layanan.arsip.go.id. Hindari mengandalkan informasi dari grup WhatsApp atau sumber tidak resmi.
Berdasarkan dokumen resmi rangkuman implementasi SRIKANDI Versi 3. Informasi terbaru selalu merujuk ke layanan.arsip.go.id.