Jawa Timur Raih Empat Penghargaan di Hari Kearsipan Nasional ke-55

4 Juni 2026

Jawa Timur Raih Empat Penghargaan di Hari Kearsipan Nasional ke-55

Jawa Timur Raih Empat Penghargaan di Hari Kearsipan Nasional ke-55

Memperingati hari arsip nasional ke-55, Arsip Nasional Republik Indonesia atau ANRI mengadakan acara tahunan berupa penghargaan kearsipan kepada setiap daerah di Indonesia. Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam tata kelola kearsipan nasional. Dalam puncak peringatan Hari Kearsipan Nasional ke-55, Jawa Timur sukses memborong empat penghargaan sekaligus atas komitmennya membangun sistem informasi kearsipan yang modern dan berkelanjutan.

Acara bergengsi tersebut diselenggarakan di Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta Selatan. Seluruh penghargaan diserahkan secara langsung oleh Kepala ANRI, Mego Pinandito, kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Tiat S. Suwardi, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Merespons capaian luar biasa ini, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya penguatan sistem kearsipan di era modern. Menurutnya, arsip tidak boleh lagi dipandang sebelah mata sebagai tumpukan berkas usang, melainkan harus dioptimalkan sebagai elemen krusial dalam era keterbukaan informasi.

"Di era digital, arsip bukan lagi sekadar tumpukan dokumen. Arsip harus menjadi sumber data dan referensi yang dapat mendukung pelayanan publik, keterbukaan informasi, hingga perumusan kebijakan yang tepat. Ini adalah fondasi penting menuju transformasi digital dan Indonesia Emas 2045," ujar Khofifah dalam keterangan resminya.

Capai Prestasi Gemilang, Ini 4 Penghargaan yang Diraih 

Kerja keras dan sinergi kolektif seluruh elemen di Jawa Timur membuahkan pengakuan tertinggi di tingkat nasional. Berikut adalah empat penghargaan yang berhasil dibawa pulang oleh Pemprov Jatim:

  1. Simpul Jaringan Terbaik Nasional Tahun 2026 : Penghargaan atas sistem jaringan informasi kearsipan yang terintegrasi dengan sangat baik.
  2. Simpul Jaringan Terbaik Nasional 5 Tahun Berturut-Turut : Pembuktian konsistensi luar biasa Pemprov Jatim yang berhasil mempertahankan prestasi ini sejak tahun 2021, 2022, 2024, 2025, dan kini 2026.
  3. Pengawasan Kearsipan dengan Predikat AA (Sangat Memuaskan): Nilai tertinggi dalam standar pengawasan kearsipan nasional, yang membuktikan pengelolaan arsip dilakukan secara serius, profesional, dan akuntabel.
  4. Anugerah Memori Kolektif Bangsa (MKB): Diberikan atas keberhasilan penyelamatan Khazanah Arsip Majelis Agung Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) periode 1931–1995, sebuah arsip bersejarah yang merekam jejak toleransi dan dinamika sosial di Jatim.

Inovasi Digital Menjadi Kunci Utama Keberhasilan

Jawa Timur dalam mempertahankan prestasi ini bertahun-tahun didorong oleh akselerasi transformasi digital yang masif. Pemprov Jatim secara konsisten mengimplementasikan aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) dan TNDE (Tata Naskah Dinas Elektronik) di lingkungan pemerintahan.

Selain pemanfaatan teknologi, strategi penguatan juga menyasar pada pembinaan intensif terhadap lembaga kearsipan di tingkat kabupaten/kota serta peningkatan kompetensi para arsiparis dan sumber daya manusia di bidang kearsipan.

Gubernur Khofifah menutup pernyataannya dengan menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh insan kearsipan, perangkat daerah, serta mitra strategis seperti pimpinan GKJW atas kolaborasinya. Ia berharap momentum ini menjadi pengingat bahwa tugas menjaga sejarah bangsa adalah tanggung jawab bersama demi memberdayakan masa depan.


Baca juga : Perubahan dan Fitur Baru Apa yang dibawa Aplikasi SRIKANDI V3