7 Cara Merawat Arsip Kertas Agar Tahan Puluhan Tahun

16 April 2026

7 Cara Merawat Arsip Kertas Agar Tahan Puluhan Tahun

Dokumen penting seperti ijazah, akta kelahiran, surat tanah, atau arsip kantor bisa rusak lebih cepat dari yang kita kira. Padahal, cara merawat arsip kertas sebenarnya tidak butuh peralatan mahal, cukup kebiasaan yang benar sejak awal.

Kalau kamu pernah membuka lemari lama dan menemukan dokumen menguning, sobek, atau bahkan berjamur, tulisan ini untuk kamu.

1. Simpan di Tempat yang Sejuk dan Kering

Kertas paling cepat rusak karena dua hal: panas dan lembap. Idealnya, suhu ruang penyimpanan ada di kisaran 18–22°C dengan kelembapan sekitar 45–55%.

Hindari menyimpan arsip di dapur, kamar mandi, atau gudang yang sering lembap. Lemari kayu biasa pun bisa jadi masalah kalau ruangannya tidak berventilasi baik.

2. Gunakan Plastik atau Map Bebas Asam

Tidak semua plastik aman untuk dokumen. Plastik murah mengandung PVC yang lama-kelamaan bisa merusak kertas. Pilih plastik bebas asam (acid-free) atau yang berlabel archival quality.

Hal yang sama berlaku untuk map, amplop, dan kotak penyimpanan. Bahan yang mengandung asam akan mempercepat kertas menguning dan rapuh.

3. Jauhkan dari Cahaya Langsung

Sinar matahari dan lampu UV bisa memudarkan tulisan dan membuat kertas getas dalam hitungan tahun. Simpan arsip di laci tertutup atau kotak gelap.

Kalau ingin memajang dokumen seperti sertifikat, gunakan bingkai dengan kaca pelindung UV. Itu jauh lebih baik daripada menempelkannya langsung di dinding yang terkena sinar.

4. Jangan Menyimpan Arsip dalam Kondisi Terlipat

Lipatan yang dibiarkan bertahun-tahun akan membuat serat kertas retak di bagian lipatannya. Kalau dokumen sudah terlanjur terlipat, luruskan perlahan dan simpan datar dalam folder atau stopmap.

Untuk dokumen besar seperti peta atau gambar teknis, gulung dengan tabung karton bebas asam — jangan dilipat.

5. Bersihkan Arsip dari Klip Logam dan Staples

Ini yang sering dilewatkan: klip kertas dan staples dari besi akan berkarat dan meninggalkan noda cokelat permanen. Ganti dengan klip plastik atau pengikat bebas asam.

Kalau noda karat sudah muncul, konsultasikan ke ahli konservasi — jangan mencoba membersihkannya sendiri dengan cairan sembarangan karena bisa memperburuk kerusakan.

6. Buat Salinan Digital sebagai Cadangan

Merawat fisik saja tidak cukup. Bencana seperti banjir atau kebakaran bisa menghancurkan seluruh arsip dalam sekejap.

Scan dokumen penting dan simpan di dua tempat berbeda: hard disk eksternal dan cloud storage. Format PDF/A adalah pilihan terbaik untuk arsip digital jangka panjang karena dirancang khusus untuk preservasi.

7. Periksa Kondisi Arsip Secara Berkala

Setidaknya setahun sekali, keluarkan arsip dan periksa kondisinya. Cek apakah ada jamur, serangga, atau tanda-tanda kerusakan awal. Lebih mudah menangani masalah kecil sekarang daripada kehilangan dokumen bertahun-tahun kemudian.

Kalau menemukan arsip yang mulai berjamur, pisahkan segera dari dokumen lain dan tangani dengan prosedur yang tepat sebelum jamur menyebar.

Merawat arsip kertas bukan soal mahal atau tidaknya peralatan. Yang paling penting adalah konsistensi — penyimpanan yang benar dari awal akan menghemat banyak waktu, biaya, dan kerugian di kemudian hari.


Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Berapa lama arsip kertas bisa bertahan jika dirawat dengan benar?

Dengan kondisi penyimpanan yang ideal, kertas berkualitas baik bisa bertahan 100–500 tahun. Kertas asam tinggi seperti koran jauh lebih pendek, sekitar 25–50 tahun.

Apakah perlu silica gel untuk menyimpan arsip?

Ya, silica gel membantu menyerap kelembapan berlebih, terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Taruh beberapa sachet di dalam kotak penyimpanan dan ganti secara rutin setiap 3–6 bulan.

Bolehkah menyimpan arsip di plastik ziplock biasa?

Untuk sementara boleh, tapi tidak ideal untuk jangka panjang. Plastik ziplock tidak bebas asam dan bisa memerangkap kelembapan di dalam.